menulis bukanlah keahlianku. parahnya, malas adalah salah satu keahlian yang aku miliki.
seperti kata mas bro, "...aku senang menciptakan kenangan..", Ya..menciptakan kenangan atau menyimpan moment sudah mampu aku lakukan. tapi hanya sebatas dalam long term memori.
kalo kata mbah pram, menulis adalah untuk keabadian, aku belum mampu mengabadikan sebuah moment dalam bentuk tulisan.
ada alternatif lain untuk menyimpan moment. lewat lukisan. melukiskan keindahan suatu moment dengan cahaya. Foto.
setiap dari kita dianugerahi kamera terbaik dan sangat sempurna, yaitu mata. tapi hanya diri sendiri lah yang mampu melihat ulang setiap moment yang terjadi. meskipun itu bersama dengan orang lain.
Sayang.. aku ingin menuliskan cerita yang pernah ada. cerita cerita indah yang pernah kita bersama melaluinya. disana banyak rasa yang tercipta. kau pernah menangis karena lelakimu bersama dengan perempuan lain. disana pernah ada kau menyukai lelaki lain, karena ia adalah sosok yang mampu mengertimu. disana pernah ada kau dan keluargamu bermain komedi nyata, dan itulah scenario dari yang Tuhan berikan padamu. disana pernah ada kau kecewa karena Tuhan memberikan hukuman atas perilakumu. kau pernh berjanji sesuatu, tapi kau lupa, dan mengingkarinya. kau pernah berhajat sesuatu tentang orang-orang yang kau sayangi, ibumu, bapakmu, adikmu, saudaramu, kawan kawanmu, dan kuliahmu yang sempat berantakan.
kau menyampaikan semua moment yang kau rekam dalam memorimu. kau bercerita panjang lebar dan aku setia mendengarkan kisahmu.
keindahan adalah sesuatu yang abstrak. ia lahir dari perasaan adiluhur. bahkan aku tidak mampu menerjemahkan keindahan yang kau besarkan. bagiku, dirimu salah satunya. please..jangan tanya kenapa. kau lahir secara otodidak, dan lagi-lagi aku pasrah atas scenario Tuhan.
sakit, kekecewaan, penyesalan, bagiku adalah bagian dari keindahan yang kau berikan. dan terkadang kau tidak menyadarinya. maksudku, hal itu adalah kesempurnaan yang belum tuntas.
waktu terbaik yang selalu aku miliki untuk melihat lagi semua itu adalah malam. Malam mengajarkan saya untuk berhenti menyusun kebodohan, kata si ulil.
ya, aku selalu menuliskan kenangan-kenangan itu setiap malam. bahkan ditengah malam sekalipun, masuk dalam dunia mimpi. seolah itu nyata. atas banyak harapan yang selalu aku susun berulang kali, meskipun ketika pagi, kenangan itu runtuh. menguap bersama embun.
malam juga yang mengajarkan ku bahwa untuk menyayangimu, adalah mustahil.
Pagi// kini lagi2 aku harus berhenti atas segala khayalan itu semua. kecuali lukisan fajar tentang dirimu.
cie..cieee....
BalasHapusmasih sayang ternyata :D
haha... bukn2,. bkan itu mksdnya..
BalasHapus