Senin, 23 Juni 2014

Semalam yang cepat selesai untuk kita.

Terlalu singkat waktu yang kau berikan malam tadi untuk kita. Kau cepat tertidur tanpa banyak bicara. Hanya ada aku dan kekhawatiran yang mulai menjadi.

Pagi ini aku masih tertidur ketika pesan pendekmu nyampe di kotak masuk, sebuah permintaan untuk menjemputmu, lalu mengantarmu ke kampus. Tapi gag bisa aku penuhi karena mataku masih berat untuk dibuka.

Pulang kuliah, kau melanjutkan pekerjaanmu merawat anak-anak kecil. Menjadi ibu asuh bagi mereka selama satu hari. Beruntungnya, pekerjaan ini sesuai dengan jurusan yang kau ambil. Dan beliau, kepala sekolah memuji pekerjaanmu yang sangat baik, berharap suatu hari nanti kau dapat menggantikannya di sekolah cabang yang baru. Kalian memulai suatu hari diwaktu lalu dengan cita-cita yang besar. Sungguh aku pun mengharapkan demikian.

Sudah sejak pagi ini sesuatu yang abstrak itu mulai berwujud...

Ketika bangun, aku membaca pesan pendekmu tadi pagi. Kamu dimana sekarang ? aku jemput ya, itu balasku. Tapi tidak ada satu pesan yang aku terima. Aku coba telepon tapi tidak ada jawaban, beberapa kali aku melakukannya dan hasilnya sama. Aku bingung. Dalam perjalananku menebak keberadaanmu ternyata kau membalas pesan kebingunganku. Kau sedang istirahat di kos salah seorang temanmu. Aku mendatangimu. Lalu kau meminta mengantarmu ketempat kerjamu biasanya. Perasaan bersalahku tidak bisa mengantarmu kuliah dan membuatmu kecewa membuatku " hari ini aku harus bisa berhasil membuatmu tidak marah lagi.." seperti itu. Kekhawatiran akan sesuatu yang tidak pasti, yang mulai mengganggu sejak kemarin, justru membuatmu menjadi kesal dan marah. Justru disini aku tidak tahu apa salahku...aku sudah terbiasa menunggumu didepan tempat kerjamu, beberapa waktu sebelum jam kerjamu selesai, atau berdiri sesaat mengintipmu dari balik tembok ketika kau mengadu rasa ingin bertemu, meskipun jam kerjamu belum hampir selesai. Tapi kali ini, entah kenapa berbeda.

Menginjak malam jam kerjamu hampir habis. Aku sudah setia menunggumu dibalik gerbang. Satu persatu murid pulang dijemput orang tuanya, satu persatu rekan kerjamu mengantar kepulangan mereka. Dan kau hanya diam meski aku ada didepan pintu gerbang menunggumu seperti biasa.

Sedikit lega ketika akhirnya jam kerjamu selesai. Bagiku, ini kesempatan ku bertanya apa yang sedang terjadi yang membuatmu berubah dalam dua hari ini, pikirku. Aku hanya ingin menebus entah apa yang terjadi hari ini yang membuatmu seperti kecewa dan marah. Semoga kau tersenyum lagi dan yang terjadi hari ini hanyalah keusilanmu saja, menggodaku dengan aktingmu.

Dikosnmu..

Aku pikir kita memang belum siap untuk pacaran. Lebih baik kita berteman seperti dulu, meskipun tidak akan pernah bisa sedekat dulu. Aku tidak akan kemana-mana, ketika kau butuh kau bisa mendatangiku, lalu kau bisa bercerita. Aku hanya ingin membangun satu kesempatan baru dalam hidupku. Membanggakan orang tua, terutama ibu. Aku pikir selama ini kita salah. Jujur aku sangat kecewa denganmu, sangat kecewa. Dan aku menyesal akan semuanya. Kita sama-sama salah......Mungkin suatu hari kita bisa balikan lagi, mungkin...Aku minta maaf. jawabmu..

hari akhir satu tahun. ..


2 komentar:

  1. template barumu bikin pusing. karena backgroundnya gelap dan tulisannya putih.
    mungkin ini kelemahan mataku.. tapi,, entahlah.. :)

    BalasHapus
  2. iya, cuma lagi coba2 setting template,
    makasih sarannya :-)

    BalasHapus