Bukankah kau sudah lengkap memiliki sepasang kaki ?
atau sayap ? namanya NURANI. Yang lain menyebutnya Cinta.
Seharusnya kau mampu. Berjalan jauh lebih dari
kemarin. Kau hanya perlu bangkit dari tempatmu ada sekarang juga. Sekarang juga
!
Sering kali suara seperti itu muncul dalam kepala.
Dengan berbagai kalimat lain, tapi sama saja maknanya. Mengajak aku untuk
berubah, berubah dan sekali lagi berubah.
Aku kecanduan. Yapz.. I’m addicted.
Sudah lama kecanduan ini aku alami. Sesering aku
meminum obat, sesekali dalam waktu tertentu akan kembali.
Sesering aku menangis untuk berhenti. Sesekali ia
akan kembali. Aku terlalu banyak makan setan dalam isi kepala.
Malam atau siang. Gelap atau terang. Dalam suatu
kesadaran aku meminum jumlah lebih dari kadarnya yang aku mampu. Kemudian
beberapa hari, tidak lama dari kesadaran itu, dengan pelan aku mencium aroma,
mengggoda otak untuk segera memakannya lagi. Lagi !
Aku hanya merasa sebagai sesuatu daging yang sudah
lama membusuk. Sebentuk daging berjalan
yang tidak memiliki jiwa. Seperti robot yang hanya dikendalikan oleh baterai.
Hanya tinggal menunggu waktu baterai habis. Beruntungnya, yang mengatur remot
kontrolku, adalah Maha Pemurah, Ia tidak akan membuangku begitu saja.
Tergantung bagaimana isi kepala dan apakah jiwa ku masih mati, atau sudah
bangun.
***
Akhirnya aku menemukan suatu obat yang aku akui
sangat mahal. Sangat istimewa dari obat-obatan yang selama ini aku minum.
Sesosok special yang memberikan energy lebih dalam kesadaran-kesadaranku yang
terlelap lama. Suatu waktu dulu, aku pernah benar-benar berenang diantara
makanan “ lezat”, sampai kemudian hari
ternyata aku salah makan, terlebih cara makannya.
Obat ini, mampu mengisi kekuatan dalam jiwa.
Memberikan cukup banyak penawar.
Aku adalah sosok makhluk berdaging. Didalamku
terdapat banyak unsur. Salah satu unsure tubuhku adalah apa yang menjadi bahan
dasar penciptaan makanan yang menjadi racun, sebuah candu yang bertahan cukup
lama dalam hitungan tahun.
Seorang dokter menyaranku untuk lebih keras lagi menumbuhkan
kesadaran agar aku dapat lancar meminumnya. Agar aku terlepas dari candu. Jujur
beliau tidak tahu apa yang menjadi canduku. Yang Ia tahu, aku datang padanya
karena aku sedang tidak enak hidup. Dan obat ini, cukup banyak membantuku
memulihkan ribuan energy yang lama aku buang. Menanam waktu yang lama aku bunuh
berulang.
Kemudian, aku kembali kecanduan lagi..
Aku hanya merasakan banyak kemunafikan yang terucap
dari laku hidupku selama ini.
Tapi aku tidak ingin menyerah. Aku tidak ingin
terjun bebas dalam kubangan racun. Aku cinta tubuhku. aku tidak mau makan
makanan itu. Aku tau aromanya sangat melezatkan. Tapi aku ingin berhenti.
Mungkin aku akan berpuasa saja sampai nanti aku bisa meminum sebuah cahaya
ketimbang memakan kegelapan yang menjenuhkan. Itu harapanku dan keinginanku.
Aku hanya perlu mengeraskan laku hidup. Itu saja.
Suatu waktu aku akan mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar