Sabtu, 08 Februari 2014

Suatu waktu aku akan mati. Mati !


Bukankah kau sudah lengkap memiliki sepasang kaki ? atau sayap ? namanya NURANI. Yang lain menyebutnya Cinta.

Seharusnya kau mampu. Berjalan jauh lebih dari kemarin. Kau hanya perlu bangkit dari tempatmu ada sekarang juga. Sekarang juga !
Sering kali suara seperti itu muncul dalam kepala. Dengan berbagai kalimat lain, tapi sama saja maknanya. Mengajak aku untuk berubah, berubah dan sekali lagi berubah.
Aku kecanduan. Yapz.. I’m addicted.
Sudah lama kecanduan ini aku alami. Sesering aku meminum obat, sesekali dalam waktu tertentu akan kembali.
Sesering aku menangis untuk berhenti. Sesekali ia akan kembali. Aku terlalu banyak makan setan dalam isi kepala.
Malam atau siang. Gelap atau terang. Dalam suatu kesadaran aku meminum jumlah lebih dari kadarnya yang aku mampu. Kemudian beberapa hari, tidak lama dari kesadaran itu, dengan pelan aku mencium aroma, mengggoda otak untuk segera memakannya lagi. Lagi !
Aku hanya merasa sebagai sesuatu daging yang sudah lama membusuk.  Sebentuk daging berjalan yang tidak memiliki jiwa. Seperti robot yang hanya dikendalikan oleh baterai. Hanya tinggal menunggu waktu baterai habis. Beruntungnya, yang mengatur remot kontrolku, adalah Maha Pemurah, Ia tidak akan membuangku begitu saja. Tergantung bagaimana isi kepala dan apakah jiwa ku masih mati, atau sudah bangun.
***
Akhirnya aku menemukan suatu obat yang aku akui sangat mahal. Sangat istimewa dari obat-obatan yang selama ini aku minum. Sesosok special yang memberikan energy lebih dalam kesadaran-kesadaranku yang terlelap lama. Suatu waktu dulu, aku pernah benar-benar berenang diantara makanan “ lezat”,  sampai kemudian hari ternyata aku salah makan, terlebih cara makannya.
Obat ini, mampu mengisi kekuatan dalam jiwa. Memberikan cukup banyak penawar.
Aku adalah sosok makhluk berdaging. Didalamku terdapat banyak unsur. Salah satu unsure tubuhku adalah apa yang menjadi bahan dasar penciptaan makanan yang menjadi racun, sebuah candu yang bertahan cukup lama dalam hitungan tahun.
Seorang dokter menyaranku untuk lebih keras lagi menumbuhkan kesadaran agar aku dapat lancar meminumnya. Agar aku terlepas dari candu. Jujur beliau tidak tahu apa yang menjadi canduku. Yang Ia tahu, aku datang padanya karena aku sedang tidak enak hidup. Dan obat ini, cukup banyak membantuku memulihkan ribuan energy yang lama aku buang. Menanam waktu yang lama aku bunuh berulang.
Kemudian, aku kembali kecanduan lagi..
Aku hanya merasakan banyak kemunafikan yang terucap dari laku hidupku selama ini.
Tapi aku tidak ingin menyerah. Aku tidak ingin terjun bebas dalam kubangan racun. Aku cinta tubuhku. aku tidak mau makan makanan itu. Aku tau aromanya sangat melezatkan. Tapi aku ingin berhenti. Mungkin aku akan berpuasa saja sampai nanti aku bisa meminum sebuah cahaya ketimbang memakan kegelapan yang menjenuhkan. Itu harapanku dan keinginanku. Aku hanya perlu mengeraskan laku hidup. Itu saja.
Suatu waktu aku akan mati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar