Senin, 09 Juni 2014

Menyerah pada sejarah

suatu hari aku lahir ke dunia
tempat dimana noda sudah berkiprah sepanjang masa
kesucianku.
saat itu aku belum mengenalnya
tapi aktu memberi banyak celah
celah hitam dan putih, antara yang nyata dan tak tampak

hidup adalah antara akal dan perasaan
idealisme dan materialisme
yang tampak dan tidak
lalu bertemu dalam suatu konflik

beruntunglah orang bodoh
tidak hidup dalam pertentangan
bijaksanalah mereka, yang tahu bahwa dirinya tidak tahu
Tuhan maha dengan segala rencana

dulu pada waktu yang pertama
entah apa yang terjadi
dalam cerita-cerita kuno, perang berkibar dengan abadi
perebutan tahta kebenaran menjamur
seperti gerimis dimusim hujan
orang akan tertawa dengan satu kebenaran
yang bertolak dengan perasaannya
yang lain akan memerah siap meledak

muncullah orang-orang bijak
penuh dengan kebijakan
sampai-sampai berperang dalam suatu kebijakan abadi
yang mampu melewati waktu, melompat sejauh jutaan tahun cahaya
bertemu diwaktu ini
dalam suatu kediaman dan perang pena
bagaimana kilasan waktu itu ?

tapi kini para moyang menyisakan banyak petilasan
dari buku sampai candi
dari goresan pena sampai pahatan dinding

kadang-kadang Aku menyerah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar