Rabu, 29 Januari 2014

Tawa Kecil Yang Hilang

sulit untuk memulai menulis catatan kecil ini.
karena aku memulainya dengan kebingungan, aku belum menemukan kebenaran dan kejujuran "itu"
dulu. masih mampu untuk berpegang pada komitmen yang aku sudah aku ciptakan.
ketika aku mampu menyusun helaian-helaian sayap untuk aku terbang
ada tawa-tawa kecil yang mengiringi dengungan hari kutanpa aku menoleh pada suara kecil itu
aku bahagia. aku berdiri menjagamu.
Icarus. kerakusan, ketidakpuasan mulai menjadi pelembab untuk menghadapi keringnya hari-hari itu
hari ketika pernah ada kata-kata manis yang terucap, yang menyusun bahagiaku untuk terus terbang
ketika ada bentuk belaian yang aku anggap dari hati. Hilang.
Hilang terpupus kerakusan. itu bukan dari hati yang aku pernah sadari. itu hanya keakraban yang kau miliki.
Labirin. selalu berulang 1 jeda waktu tawa dan tangis dan kemarahan dan penyesalan.
ketika aku mendengar lagi tawa-tawa kecil itu, pun aku menolehnya
Labirin itu hancur. lukisan-lukisan hati menjadi tampak terang, terukir senyuman-senyuman peri kecil taman Firdaus.
tanpa pernah aku menoleh lagi dibalik bekas labirin. ada jejak bayangan kecil.
yang mengendap pekat.
Tertatih mungkin tidak, hanya berjalan pelan menyusuri hari-hari yang tersibukkan dengan perasaan tentang mu...........................................................

6 komentar:

  1. hmm... bahasamu berat, aku masih belum nyampek situ :D
    tapi kamu keren kok :)

    BalasHapus
  2. hmm..iy makasih,
    aq msh belm terbiasa nulis kyak bahasamu,. sulit.

    BalasHapus
  3. bahasaku kan bahasa sehari2.. haha
    ringan dan biasa aja..
    menurutku perbendaharaan diksimu malah jauh lebih banyak timbang aku :)

    BalasHapus
  4. justru itu... aq beljr untuk itu,,,

    BalasHapus
  5. yaudah... yuk.. sama2 belajar :)

    BalasHapus